4 Tips Memilih Softlens Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Pemakaian softlens alias lensa kontak saat ini semakin populer di berbagai kalangan. Tak hanya untuk meningkatkan kemampuan melihat, softlens juga digunakan sebagian orang untuk menunjang penampilan. Apakah Anda tertarik mencoba pakai softlens? Sebelum buru-buru membeli, ada baiknya Anda pelajari terlebih dahulu cara memilih softlens agar tidak salah beli. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Cara memilih softlens yang baik dan benar

Jika dulu orang-orang memakai lensa kontak untuk mengatasi gangguan penglihatan, kini banyak pula yang menggunakannya sebagai aksesoris untuk mempercantik mata. Selain karena bentuknya yang praktis dan lebih efisien bila dipakai untuk beraktivitas, softlens tersedia dalam berbagai warna dan corak yang menjadi daya tariknya tersendiri.

Namun, membeli softlens tidak dapat dilakukan dengan asal. Dengan memilih softlens yang berkualitas dan sesuai kebutuhan, Anda akan melindungi mata dari berbagai risiko kesehatan. Penting untuk dipahami bahwa pemilihan softlens yang kurang tepat bisa berakibat buruk pada kesehatan mata, mulai dari iritasi akibat softlens, mata merah, hingga gangguan penglihatan.

Itu sebabnya, sebaiknya ketahui tata cara serta tips memilih softlens dengan benar di bawah ini.

1. Pilih jenis lensa kontak sesuai kebutuhan

Sebelum membeli lensa kontak, Anda harus tahu apa jenis lensa kontak yang Anda butuhkan. Menurut Mayo Clinic, lensa kontak umumnya terbagi menjadi 3 jenis, yaitu lensa lunak, lensa keras, dan lensa kontak khusus. Apabila Anda memiliki masalah penglihatan seperti mata minus atau plus, Anda bisa memilih lensa lunak.

Lensa lunak adalah jenis lensa yang paling sering dipakai untuk mata normal karena teksturnya lebih nyaman. Namun, jika mata Anda cenderung mudah kering atau pemakaian lensa lunak tidak membantu memperbaiki penglihatan, lensa keras bisa jadi pilihan.

Sementara itu, lensa kontak khusus biasanya didesain untuk orang-orang dengan kondisi mata tertentu, seperti bentuk kornea yang tidak normal (keratoconus). Lebih baik lagi jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mata sebelum menggunakan lensa kontak. Dengan demikian, dokter dapat meresepkan jenis lensa yang tepat.

2. Perhatikan kadar air lensa kontak

Cara memilih softlens lainnya yang tak kalah penting adalah memperhatikan kandungan air di dalamnya. Hal ini penting untuk Anda lakukan, terutama jika Anda memiliki mata yang mudah kering. Memakai lensa kontak dengan kandungan air yang kurang pas dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan berisiko menyebabkan iritasi.

Umumnya, semakin tinggi kandungan air di dalam lensa kontak, semakin banyak pula oksigen yang dapat mencapai kornea mata. Ini yang dapat berpengaruh pada kenyamanan softlens Anda. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu cek lebih dulu kandungan air yang ada di dalam softlens Anda, ya!

3. Pilih durasi pemakaian lensa

Saat ini, durasi pemakaian softlens yang ada di pasaran sangat bervariasi. Memilih softlens yang tepat bisa Anda lakukan dengan cara menentukan durasinya sesuai kebutuhan. Ada jenis softlens yang bisa dipakai 2 minggu hingga 3 bulan. Bahkan, ada pula yang bisa Anda gunakan sehari sekali.

Softlens dengan durasi yang lebih lama biasanya membutuhkan perawatan khusus dan harus dibersihkan secara teratur. Pasalnya, softlens jenis ini lebih rentan dihinggapi debu dan kotoran yang berisiko mengiritasi mata. Sementara itu, softlens sekali pakai menawarkan kepraktisan dan kenyamanan yang lebih. Anda juga tidak perlu melakukan perawatan softlens secara berkala.

4. Cek tanggal kedaluwarsanya

Cara berikutnya saat memilih softlens yang benar adalah perhatikan tanggal kadaluwarsanya. Apabila Anda memilih softlens dengan masa pakai 3 bulan, segera buang saat masa berlakunya sudah habis. Hindari memakai softlens yang sudah melebihi tanggal kedaluwarsanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.